Prestasi membanggakan kembali diraih oleh MA Unggul SABIRA IIBS dalam pelaksanaan sertifikasi internasional IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) dari Cambridge Assessment untuk tahun ajaran 2024–2025. Sebagai sekolah-pesantren dengan program kelas internasional, SABIRA IIBS menunjukkan kualitas akademik santrinya yang mampu bersaing dalam skala global.
Dalam batch pertamanya mengikuti ujian IGCSE, para santri berhasil meraih nilai luar biasa, bahkan hingga tingkat A Star (A*), yakni kategori nilai tertinggi secara global.
🌟
Top Scorer:
- Mochamad Khafabina Hasibin Abror Chemistry Syllabus 0620 – Score: A* (90%). Meraih nilai A*, sebuah pencapaian istimewa yang hanya diperoleh oleh 20% dari lebih dari dua juta peserta di 90 negara.
- M. Paksi Rantisi Mathematics – Score: A (89%)
- Zahra Alya Fareena Mathematics – Score: A (80%)
Santri dengan Nilai B (High Merit):
- Melisa El Vida – Chemistry (77%)
- Muhammad Usamah Nashiruddin – Economics (77%)
- Muhammad Wildan Akbar Putra Anshori – Biology (76%)
- Dzikrie Putra Pratama Da’i – Chemistry (76%)
- Fauzan Haikal Karim – Mathematics (74%)
- Kelana Jati Mahatma – Economics (72%)
- Muhammad Rizky Fardiansyah – Economics (71%)
- Muhammad Zaidan Faqih Al-Hafidz – Biology (70%)
- Shafa Tasya Kamila Ayu – Biology (70%)
- 📋
Santri yang Telah Menyelesaikan Ujian IGCSE:
- Praja Hanif Asyrofi – Economics (65%)
- Zacki Naqib Arraihan Faira – Geography (63%)
- Aditya Zakil Fattahillah Firdaus – Biology (62%)
- Nurul Izzah – Biology (61%)
- Achmad Rasyid Putra Aji – Biology (60%)
Pimpinan MA Unggul SABIRA IIBS, Dr. H. Cecep Achmad Chudori, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri atas pencapaian luar biasa ini. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan awal dari perjalanan panjang dan mendorong para santri untuk terus semangat dan mencapai hasil lebih optimal di masa depan.
“Selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan ujian IGCSE di bidang masing-masing. Semoga pencapaian ini membawa keberkahan dan kemanfaatan untuk masa depan.” – Dr. Cecep A. Chudori
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis pesantren dapat melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat internasional, tanpa kehilangan akar spiritualitas dan karakter Islami.


